Bagi “Aku” Music itu Halal

“Apa tidak termasuk berlebih lebihan orang yang mengharamkan music ? Kok bisa, sesuatu yg bisa membuat kita mendayu dayu, sesuatu yg bisa membuat kita mengkhayal, kok bisa haram ustadz? Kita aja yg dengar suara suara burung itu halal kan? Kok ada orang orang yg bilang music itu haram, dari mana itu ustadz?”

.

“Lalu apakah ini hanya masalah khilafiyah (perbedaan pandanganan antara para ulama), lantas ada yg bilang music itu haram ada juga bilang yg halal kan?”

.

Jawab :

.

Sebelum saya jawab, saya mau crita dlu, 20 tahun yg lalu

Ana dlu belajar di pesantren di al irsyad al islamiyah, di Bondowoso. Pesantren ini belum mengenal sunnah, tapi para pengajarnya top. 5 tahun kita dididik untuk mencintai music, bahkan di kegiatan kita , kita diajari marawis, bermain music, dan di pesantren kita, kita punya klub drumband terkenal.

.

Pada akhirnya di pesantren tsb terjadi keributan, antara dua pesantren, antara al irsyad bondowoso dengan pesantren al irsyad tenggareng salatiga. Dialog terjadi antara dua pesantren.

.

Kalau bondowoso mencintai music, klo yg salatiga mengharamkan music

Ana ditanya saat itu, 

“fiq, menurut ente, music itu apa hukumnnya”

.

Ana jawab, ada dua pendapat, satu bilang halal, satu bilang haram, ane pilih yg halal (maklum waktu itu masih anak anak)

Berlalu lah kejadian itu.

.

Tapi kita seorang diwajibkan untuk belajar, untuk lebih mengkaji, apakah benar, jika ada khilafiyah, kita bebas memilih sesuka hati? Atau kita sebagai hamba harus hati hati ?

.

Ternyata tidak semua khilaf itu bisa diterima, kecuali memang khilaf yg ada ruang untuk berbeda pendapat di situ.

“APAKAH KHILAF MUSIK INI TERMASUK YG ADA RUANG UNTUK BERBEDA PENDAPAT?”

Ternyata setalah ana belajar, ternyata perselisihan itu tidak bisa diterima. Kenapa ?

.

Ternyata Imam 4 yg mahsyur itu mengharamkan music, namun ada imam yg lain yg menghalalkan, yaitu imam ibnu hazm. Ibnu hazm berpendapat bahwa music itu halal.

.

Mari kita teliti, menurut ibnu hazm dalam kitab “Al muhala Ibnu Hazm”, 

“semua dalil tentang music ini adalah batil dan palsu”

Mari kita lihat semua hadis tentang music yg menurut ibnu hazm batil dan palsu, apakah benar palsu?

Sebelum itu, kita perlu ketahui bahwa Ibnu Hazm adalah ulama senior, tapi beliau tidak ahli dalam ilmu hadis, dan juga tidak seahli imam bukhari, ibnu hibban yg mensahihkan hadis tentang haramnya music.

Tapi fatwa ibnu hazm yg menghalal kan music, hamper seluruh ulama setelah ibnu hazm taklid (ikut) pada fatwa ibnu hazm. Jadi Muhammad algazali, syech yusuf alqdrawi semua mengikuti imam ibnu hazm.

.

Hadisnya adalah :

“akan datang suatu masa, orang orang itu akan menghalalkan, zina, sutera (bagi kaum lelaki), minuman keras, dan alat music”

Hadis ini tidak palsu, hadis ini mualak, imam bukhari menyebutkan hadis ini tidak secara musnad (sanadnya lengkap), namun menurut ibnu hajar al asqolani meneruskan hadis ini menjadi 9 jalur yg langsung tersambung oleh rasulullah sallallahu alaihi wasalam, dan hal ini diterima oleh ulama ulama mahzab dan menjadikan hadis ini patokan bahwa music itu haram.

.

Lalu kita lihat siapa saja yg mensahihkan hadis ini :

.

1. Imam Bukhari, beliau menyebutkan nya dalam kitab sahih bukhari

2. Ibnu hibban.

3. Al ismaili

4. Ibnu salah al syafii

5. Imam nawawi

6. Ibnu taimiyah al hambali

7. Ibnu qayim al hambali

8. Ibnu katsir

9. Ibnu hajar al asqolani

10. Ibnul wazir

11. Al amir alsamani

.

Itu adalah ulama ulama besar dalam hal hadits, lalu mengapa semua pada ikut ibnu hazm?

Ibnu hazm banyak mengarang kitab tentang fikih, tapi beliau tidak lebih senior dari imam bukhari, imam ahmad dalam hal hadis.

.

Analoginya, jika motor kita rusak, jangan dibawa ke tempat reparasi jam, ya ga akan betul, bawalah ke bengkel motor. Sama halnya dengan memilih hukum yg ada khilafiyah, khusus nya masalah music, pilihlah ulama yg ahli dalam bab nya. 

.

Maka dari pemaparan fakta di atas, apa kita masih mau mengikuti ibnu hazm dan menampikan keputusan dari imam 4 mahzab yg mengharamkan music?

Kesimpulannya, ibnu hazm memang ulama senior, tapi beliau yg mendhaifkan hadis tentang music merupakan bukan ulama ahli hadis dan tidak seahli imam bukhari, imam nawawi, dll, (tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau) kita sedang berbicara masalah agama, neraka atau surga.

.

Disarikan dari kajian DR. Syafiq Riza Basalamah MA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s