Menghayati Sejarah Nabi

Peristiwa Isra Mi’raj dan Persiapan Madinah Sebagai Tempat Hijrah

.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda :”…Lalu Allah SWT mewahyukan kepadaku suatu wahyu, yaitu Dia mewajibkan shalat kepadaku 50 kali sehari semalam. Lalu aku turun dan bertemu dengan Musa AS. Dia bertanya, “Apa yang telah difardhukan Tuhanmu atas umatmu?” Aku menjawab, “Shalat 50 kali sehari semalam”. Musa berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan karena umatmu tidak akan mampu melakukannya. Akupun telah menguji dan mencoba Bani Israel”.

.

Maka akupun kembali kepada Tuhanku, lalu berkata, “Ya Tuhanku, ringankanlah bagi umatku, hapuslah lima kali”. Lalu aku kembali kepada Musa AS seraya berkata, Tuhanku telah menghapus lima kali shalat”. Musa as berkata, “Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup shalat sebanyak itu. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka aku bolak-balik antara Tuhanku dan Musa AS hingga Dia berfirman, “Hai Muhammad, yang 50 kali itu menjadi 5 kali saja. Setiap kali setara dengan 10 kali sehingga sama dengan lima puluh kali shalat……”. Akupun turun hingga bertemu lagi dengan Musa as dan mengatakan kepadanya bahwa aku telah kembali kepada Tuhanku sehingga aku malu kepada-Nya”. (HR Muslim)

.

Perintah shalat 5 waktu dalam sehari semalam diatas diterima Rasulullah SAW ketika beliau melakukan Isra’ (dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha) dan Mi’raj (dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha di lapisan tertinggi langit). Perjalanan spektakuler dengan mengendarai “Buraq” (kendaraan terbang yang dikisahkan terbuat dari cahaya dan berbentuk kuda) ini merupakan imbalan bagi kesabaran Rasulullah SAW yang selama lebih dari 10 tahun telah bersabar menyampaikan pesan Sang Khalik kepada masyarakat Mekkah meskipun hasilnya tidak terlalu memuaskan.

.

Puncak cobaan bagi beliau adalah dipanggilnya kedua orang terdekat beliau yang selama ini selalu mendukung dakwah Rasulullah SAW yaitu Khadijah ra, sang istri tercinta dan Abu Thalib ra, paman beliau serta peristiwa Thaif dimana dakwah Rasulullah SAW di tolak mentah-mentah, bahkan beliaupun sempat dikejar-kejar dan dilempari penduduk kota tersebut hingga mengalami luka di beberapa tempat.

.

.

Sumber: https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/21/xi-peristiwa-isra-mi%E2%80%99raj-dan-persiapan-madinah-sebagai-tempat-hijrah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s