Menghayati Sejarah Nabi

Tahun Duka Cita (‘Amul Huzni) dan Peristiwa di Tha’if (Part V)
Orang-orang biadab tersebut terus mengejar Rasulullah SAW hingga mereka berdua sampai di sebuah kebun anggur milik Uqbah bin Rabi’ah. Ditempat ini barulah mereka berhenti dan membiarkan Rasulullah SAW berlindung. Betapa sedih dan kecewanya Rasulullah SAW hingga beliau akhirnya berdoa, mengadukan perasaan dan kegundahan hati beliau sebagai berikut ini :


“Ya Allah… Kepadamu aku mengadukan kelemahan kekuatanku, Dan sedikitnya kemampuanku, Serta kehinaanku dihadapan manusia. Wahai Sebaik-baik pemberi kasih sayang, Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau serahkan diriku, Kepada orang yang jauh yang menggangguku, Atau kepada musuh yang akan menguasai urusanku, Asalkan Engkau tidak marah padaku maka tiadalah keberatan bagiku, Akan tetapi kemurahan-Mu jauh lebih luas bagiku.”


“Aku berlindung dengan Cahaya Wajahmu yang akan menerangi seluruh kegelapan, Dan yang akan memberikan kebaikan segala urusan dunia dan akhirat, Untuk melepaskan aku dari marah-Mu, Atau menghilangkan murka-Mu dariku. Hanya pada-Mu aku merintih berharap mendapatkan Keridhaan-Mu, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu”
Begitu khusuknya beliau berdoa hingga tidak menyadari bahwa ternyata dua anak Rabi’ah memperhatikan apa yang dilakukan Rasulullah SAW. Tampak jelas bahwa Sang Khalik sangat tersentuh dengan doa khusuk hamba-Nya yang sedang berduka tersebut hingga Ia kemudian berkenan menggerakkan hati si pemilik kebun untuk menyuruh pelayannya yang bernama Addas, seorang pemeluk Nasrani yang taat, agar mengambilkan buah anggur untuk diberikan kepada Rasulullah SAW dan Zaid.
Rasulullah SAW pun mengulurkan tangannya seraya mengucapkan : “Bismillahirohmanirohim.” Mendengar itu Addas bertanya: “Demi Allah, kata-kata itu tidak pernah diucapkan oleh penduduk daerah ini.” Maka terjadilah percakapan antara Rasulullah SAW dengan Addas. Akhirnya Rasulullah SAW menerangkan bahwa beliau adalah utusan Allah SWT, sama dengan utusan-utusan yang dulu pernah dikirim-Nya. Seketika itu juga Addas berlutut di hadapan Rasulullah SAW, lalu mencium kepala, kedua tangan dan kedua kaki Rasulullah SAW hingga Rasulullah SAW terharu dibuatnya.

📝Sumber: https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/21/x-tahun-duka-cita-%E2%80%98amul-huzni-dan-peristiwa-di-tha%E2%80%99if/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s