Sensitif

Akhir-akhir ini lebih sering sensitif, padahal waktunya udah lewat. Dari situ mikir, ada yang salah kali ya sama saya. Tapi bersyukurnya tetibaan langsung inget majlis ilmu, Allah ngarahin ke tempat itu. Hati jadi tenang, ga uring-uringan lagi. Makanya lagi rajin banget buat dateng majlis lagi. Kata Ust Subhan Bawazier, kita patut bersyukur karena hati digerakan oleh Allah untuk menghadiri ta’lim, masih ada waktu luang. Ya Allah nikmatMu sungguh luar biasa. Dulu jaman masih muda belia (eciyeeeee, berarti sekarang udah tuir? Haha) pelampiasannya ya travelling, tapi cuma sesaat. Balik dari travelling, ya kaya gitu lagi, uring-uringan. Ternyata yang salah ada di hatinya, bukan seberapa jauh travelling nya, hasrat jalan-jalan buat ngilangin uring-uringannya masih ada. Dan sekarang udah tau formulanya kemana harus ngobatin uring-uringan itu. Alhamdulillah Allah menggerakkan hati ini. Semoga Allah tetap menjadi yang nomor satu. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s