Pernahkah kau merasa kita semua terlahirkan ke dunia dengan membawa tanda tanya agung? Tanda tanya itu bersembunyi sangat halus di setiap atom tubuh kita, membuat manusia terus bertanya, dihantui, sehingga seolah-olah misi hidupnya untuk menjawab tanda tanya itu.

Tanda tanya yang sama menggantungi setiap atom di semesta ini, bukan eksklusif milik manusia saja.

Hanya ekspresinya yang berbeda-beda.

Kemana pun kita berpaling, sejauh apapun kita berlari, kita akan selalu bertemu dengannya. 

Kau tau?

Perasaanku mengatakan, tanda tanya itulah substansi dasar yang mempersatukan kita semua.

Seluruh semesta ini.

______

KPBJ – Dee Lestari

Dunia itu Melenakan

Right!

Dunia itu sangat melenakan. Kau terlalu sibuk dengan duniamu sehingga menyepelekan panggilan Tuhanmu? Kau pikir, siapa yang menghidupimu sampai detik ini?

Ya Allah, semuanya memuakan! Munafik, saling mengejar jabatan, uang, lifestyle. Apa ini? Apa mereka orang-orang yang Kau kirim untuk menjadikanku lebih sabar, lebih dewasa, lebih bijaksana? Lewat mereka ujianku Kau hadirkan? Ujian untuk melihat apakah aku mementingkan pekerjaanku (a.k.a takut dengan mereka) atau takut denganMu? Ya Allah, aku lebih takut denganMu, tapi aku tidak berdaya. Tolong keluarkan aku dari lingkaran orang-orang itu.

Kode dari Boss Besar

Oleh: Ust. Felix Siauw
Udah dikasih kode, kok engga peka……

Kode apa sih?

Jadi gini, pernah gak temen2 lagi enak2nya tidur….eh tiba2 banyak nyamuk yang menggigit kita, akhirnya terbangun dari tidur. Lihat jam ternyata jam 02.00

Lalu ambil obat nyamuk, terus tidur lagi

😴😴😴

Setengah jam kemudian terbangun lagi karena kebelet buang air kecil, setelah buang air lihat jam ternyata masih jam 02.30 Ya udah deh, tidur lagi.

💤💤💤

Lalu Udara dingin banget, bangun terus ambil selimut. Ternyata masih jam 03.00, Pasang selimut terus tidur lagi, dengan kehangatan selimut.

😴😴😴

💤💤💤

Terbangun…

Huff… ternyata tadi mimpi buruk, Lihat jam masih jam 03.30

“Tidur lagi ah, lumayan Shubuh masih lama ini”

😴😴😴 💤💤💤

Sering kali kita tidak peka terhadap hal seperti itu, tidakkah kita merasa itu adalah kode dari Allah bahwa Allah sedang kangen sama kita?

❓❓❓

Allah ingin kita sholat malam, ingin mendengar doa2 kita dan curhat kita Allah lagi rindu sm kita
Di sepertiga malam Allah turun dari ‘Arsy menuju langit bumi

Allah datang… eh kita malah tidur..

😴😴😴

☝ ☝ ☝

Katanya pengen hidup berubah, sukses, pengen meng-hajikan orang tua, pengen punya rumah, pengen punya mobil dan motor

🏡…🚘…🏍… ✈️

Coba bayangkan sudah berapa kali kita abaikan kode – kode dari Alloh??

❓❓❓

☝ ☝ ☝

Nanti malam kalau dapat kode dari Alloh, peka ya teman2 😊😊…

Terus curhat deh pengen apa aja 😂😂
Moga bermanfaat 🙏
Rasulallah SAW bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), maka dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Hijab Budaya Arab?

rimpu-hijab-khas-nusantara-dari-bima_fotodiyafram-com

Hijab itu budaya Arab! Bukan budaya Nusantara!” | wets, ternyata yang ngomong begini belum memahami budaya asli Nusantara dengan baik dan menyeluruh 😁
Perkenalkan, ini adalah Rimpu, pakaian tradisional wanita Bima, Nusa Tenggara Barat. Rimpu ini ada dua, yaitu Rimpu Mpida dan Rimpu Colo.

Rimpu Mpida adalah Rimpu yang ada cadarnya, menutupi wajah si wanita. Biasanya wanita yang memakai Rimpu Mpida ini masih belum menikah.

Sedangkan Rimpu Colo adalah Rimpu yang tiada cadar. Biasanya dipakai oleh ibu-ibu atau mereka yang sudah menikah.

Yang membuat hijab syar’i ini begitu khas ialah bahannya, karena kain yang dipakai sebagai khimar (kerudung) dan jilbab (gamis) ialah kain sarung khas Bima, namanya sarung Nggoli.

Begitulah, bisa kita rasakan pengaruh Islam sangatlah kuat terhujam dalam budaya Nusantara. Jadi yang mengatakan bahwa “hijab budaya Arab” ialah mereka yg liberal dan terkotakan dalam pemikiran sempit warisan penjajah.

Fyi, bahkan dulu para wanita keraton Kesultanan Yogyakarta pada berhijab. Adapun pakaian kebaya dan kemben, dulu adalah pakaian yang dipakai oleh budak-budak yang dikirim oleh Raja Bali untuk sultan-sultan di Yogya sebagai hadiah.

Namun setelah kekalahan pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1830), budaya barat yang dibawa penjajah kafir Belanda sangatlah kuat merasuki kehidupan di keraton, sehingga bisa kita lihat, hari ini ‘sebagian’ budaya kita jauh dari kata syar’i.

Namun, orang-orang kafir itu tidak sanggup menghancurkan syari’at dan budaya kita secara sempurna. Buktinya, budaya syar’i peninggalan Kesultanan Bima masih berbekas hingga zaman sekarang.

Lah kok sepi pengedukasian tentang budaya kita yang satu ini yah? Jujur saya juga baru tahu belum lama ini. Malah yang lebih ditonjolkan adalah budaya2 kita yang jauh dari syari’at.

Yah, begitulah tantangan zaman 😊 yg pasti bisa kita simpulkan, bahwa:

#hijabsyari, tren sepanjang masa. Dulu, kini, & nanti. Kapanpun, dimanapun.Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

 

Sumber : IG : @indonesiabertauhid

Memiliki Rumah di Surga

Shalat Sunnah Rawatib
Apa yang dimaksud dengan shalat sunnah rawatib? Ada berapa rakaat shalat rawatib dalam sehari? Bagaimana cara melaksanakan shalat sunnah rawatib?

Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts wal Ifta di tanya, “apa yang dimaksud dengan shalat sunnah rawatib? Apabila saya melaksanakan shalat 4 rakaat sebelum dzuhur dan 4 rakaat sebelum ashar, apakah diharuskan untuk salam setiap 2 rakaat ataukah bagaimana? Jazakumullahu khairan“.

Mereka menjawab:

Shalat sunnah rawatib ada 12 rakaat:
4 rakaat sebelum dzuhur dengan 2 salam,
2 rakaat setelahnya dengan sekali salam,
2 rakaat setelah maghrib dengan 1 salam,
2 rakaat setelah isya dengan 1 salam,
2 rakaat sebelum shubuh dengan 1 salam.

Dan Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam selalu menjaga ke-12 rakaat tersebut ketika beliau sedang tidak bepergian. Beliau bersabda,

من صلى ثنتي عشرة ركعة تطوعا في اليوم والليلة ، بني له بهن بيت في الجنة

“barangsiapa yang shalat sunnah 12 rakaat dalam sehari semalam, Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga” (HR. Muslim no. 728).

Terdapat salah satu hadits yang menafsirkan 12 rakaat ini dengan shalat sunnah rawatib. Maka barangsiapa yang menjaganya, ia akan selalu dalam kebaikan yang besar. Di dalam hadits tersebut dijanjikan sebuah rumah di surga bagi orang yang melaksanakan shalat rawatib 12 rakaat tersebut. Yaitu 4 rakaat sebelum dzuhur dengan 2 salam, 2 rakaat setelahnya dengan sekali salam, 2 rakaat setelah maghrib dengan 1 salam, 2 rakaat setelah isya dengan 1 salam, 2 rakaat sebelum shubuh dengan 1 salam. Shalat-shalat ini disebut shalat rawatib.

Sumber : https://muslim.or.id/27304-shalat-sunnah-rawatib.html

Kelak

Bahwa kelak, kita bukan hanya membutuhkan suami yang baik, terlebih penting dari itu adalah kita membutuhkan sosok suami sebagai ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak. Seorang laki-laki yang paham bagaimana akan mendidik generasi penerus peradaban Islam. Seorang laki-laki yang paham bagaimana akan menjadi contoh terbaik yang dilihat anaknya, dan laki-laki itu tau kepada siapa dia akan meneladani agar pantas menjadi panutan anak-anaknya, kepada dialah teladan terbaik Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.Semoga doa-doa selalu melangit, agar Allah karuniakan yang terbaik dengan ridha-Nya ❤

.

Aamiin 

Bagi “Aku” Music itu Halal

“Apa tidak termasuk berlebih lebihan orang yang mengharamkan music ? Kok bisa, sesuatu yg bisa membuat kita mendayu dayu, sesuatu yg bisa membuat kita mengkhayal, kok bisa haram ustadz? Kita aja yg dengar suara suara burung itu halal kan? Kok ada orang orang yg bilang music itu haram, dari mana itu ustadz?”

.

“Lalu apakah ini hanya masalah khilafiyah (perbedaan pandanganan antara para ulama), lantas ada yg bilang music itu haram ada juga bilang yg halal kan?”

.

Jawab :

.

Sebelum saya jawab, saya mau crita dlu, 20 tahun yg lalu

Ana dlu belajar di pesantren di al irsyad al islamiyah, di Bondowoso. Pesantren ini belum mengenal sunnah, tapi para pengajarnya top. 5 tahun kita dididik untuk mencintai music, bahkan di kegiatan kita , kita diajari marawis, bermain music, dan di pesantren kita, kita punya klub drumband terkenal.

.

Pada akhirnya di pesantren tsb terjadi keributan, antara dua pesantren, antara al irsyad bondowoso dengan pesantren al irsyad tenggareng salatiga. Dialog terjadi antara dua pesantren.

.

Kalau bondowoso mencintai music, klo yg salatiga mengharamkan music

Ana ditanya saat itu, 

“fiq, menurut ente, music itu apa hukumnnya”

.

Ana jawab, ada dua pendapat, satu bilang halal, satu bilang haram, ane pilih yg halal (maklum waktu itu masih anak anak)

Berlalu lah kejadian itu.

.

Tapi kita seorang diwajibkan untuk belajar, untuk lebih mengkaji, apakah benar, jika ada khilafiyah, kita bebas memilih sesuka hati? Atau kita sebagai hamba harus hati hati ?

.

Ternyata tidak semua khilaf itu bisa diterima, kecuali memang khilaf yg ada ruang untuk berbeda pendapat di situ.

“APAKAH KHILAF MUSIK INI TERMASUK YG ADA RUANG UNTUK BERBEDA PENDAPAT?”

Ternyata setalah ana belajar, ternyata perselisihan itu tidak bisa diterima. Kenapa ?

.

Ternyata Imam 4 yg mahsyur itu mengharamkan music, namun ada imam yg lain yg menghalalkan, yaitu imam ibnu hazm. Ibnu hazm berpendapat bahwa music itu halal.

.

Mari kita teliti, menurut ibnu hazm dalam kitab “Al muhala Ibnu Hazm”, 

“semua dalil tentang music ini adalah batil dan palsu”

Mari kita lihat semua hadis tentang music yg menurut ibnu hazm batil dan palsu, apakah benar palsu?

Sebelum itu, kita perlu ketahui bahwa Ibnu Hazm adalah ulama senior, tapi beliau tidak ahli dalam ilmu hadis, dan juga tidak seahli imam bukhari, ibnu hibban yg mensahihkan hadis tentang haramnya music.

Tapi fatwa ibnu hazm yg menghalal kan music, hamper seluruh ulama setelah ibnu hazm taklid (ikut) pada fatwa ibnu hazm. Jadi Muhammad algazali, syech yusuf alqdrawi semua mengikuti imam ibnu hazm.

.

Hadisnya adalah :

“akan datang suatu masa, orang orang itu akan menghalalkan, zina, sutera (bagi kaum lelaki), minuman keras, dan alat music”

Hadis ini tidak palsu, hadis ini mualak, imam bukhari menyebutkan hadis ini tidak secara musnad (sanadnya lengkap), namun menurut ibnu hajar al asqolani meneruskan hadis ini menjadi 9 jalur yg langsung tersambung oleh rasulullah sallallahu alaihi wasalam, dan hal ini diterima oleh ulama ulama mahzab dan menjadikan hadis ini patokan bahwa music itu haram.

.

Lalu kita lihat siapa saja yg mensahihkan hadis ini :

.

1. Imam Bukhari, beliau menyebutkan nya dalam kitab sahih bukhari

2. Ibnu hibban.

3. Al ismaili

4. Ibnu salah al syafii

5. Imam nawawi

6. Ibnu taimiyah al hambali

7. Ibnu qayim al hambali

8. Ibnu katsir

9. Ibnu hajar al asqolani

10. Ibnul wazir

11. Al amir alsamani

.

Itu adalah ulama ulama besar dalam hal hadits, lalu mengapa semua pada ikut ibnu hazm?

Ibnu hazm banyak mengarang kitab tentang fikih, tapi beliau tidak lebih senior dari imam bukhari, imam ahmad dalam hal hadis.

.

Analoginya, jika motor kita rusak, jangan dibawa ke tempat reparasi jam, ya ga akan betul, bawalah ke bengkel motor. Sama halnya dengan memilih hukum yg ada khilafiyah, khusus nya masalah music, pilihlah ulama yg ahli dalam bab nya. 

.

Maka dari pemaparan fakta di atas, apa kita masih mau mengikuti ibnu hazm dan menampikan keputusan dari imam 4 mahzab yg mengharamkan music?

Kesimpulannya, ibnu hazm memang ulama senior, tapi beliau yg mendhaifkan hadis tentang music merupakan bukan ulama ahli hadis dan tidak seahli imam bukhari, imam nawawi, dll, (tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau) kita sedang berbicara masalah agama, neraka atau surga.

.

Disarikan dari kajian DR. Syafiq Riza Basalamah MA

Menghayati Sejarah Nabi

Peristiwa Isra Mi’raj dan Persiapan Madinah Sebagai Tempat Hijrah

.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda :”…Lalu Allah SWT mewahyukan kepadaku suatu wahyu, yaitu Dia mewajibkan shalat kepadaku 50 kali sehari semalam. Lalu aku turun dan bertemu dengan Musa AS. Dia bertanya, “Apa yang telah difardhukan Tuhanmu atas umatmu?” Aku menjawab, “Shalat 50 kali sehari semalam”. Musa berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan karena umatmu tidak akan mampu melakukannya. Akupun telah menguji dan mencoba Bani Israel”.

.

Maka akupun kembali kepada Tuhanku, lalu berkata, “Ya Tuhanku, ringankanlah bagi umatku, hapuslah lima kali”. Lalu aku kembali kepada Musa AS seraya berkata, Tuhanku telah menghapus lima kali shalat”. Musa as berkata, “Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup shalat sebanyak itu. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka aku bolak-balik antara Tuhanku dan Musa AS hingga Dia berfirman, “Hai Muhammad, yang 50 kali itu menjadi 5 kali saja. Setiap kali setara dengan 10 kali sehingga sama dengan lima puluh kali shalat……”. Akupun turun hingga bertemu lagi dengan Musa as dan mengatakan kepadanya bahwa aku telah kembali kepada Tuhanku sehingga aku malu kepada-Nya”. (HR Muslim)

.

Perintah shalat 5 waktu dalam sehari semalam diatas diterima Rasulullah SAW ketika beliau melakukan Isra’ (dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha) dan Mi’raj (dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha di lapisan tertinggi langit). Perjalanan spektakuler dengan mengendarai “Buraq” (kendaraan terbang yang dikisahkan terbuat dari cahaya dan berbentuk kuda) ini merupakan imbalan bagi kesabaran Rasulullah SAW yang selama lebih dari 10 tahun telah bersabar menyampaikan pesan Sang Khalik kepada masyarakat Mekkah meskipun hasilnya tidak terlalu memuaskan.

.

Puncak cobaan bagi beliau adalah dipanggilnya kedua orang terdekat beliau yang selama ini selalu mendukung dakwah Rasulullah SAW yaitu Khadijah ra, sang istri tercinta dan Abu Thalib ra, paman beliau serta peristiwa Thaif dimana dakwah Rasulullah SAW di tolak mentah-mentah, bahkan beliaupun sempat dikejar-kejar dan dilempari penduduk kota tersebut hingga mengalami luka di beberapa tempat.

.

.

Sumber: https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/21/xi-peristiwa-isra-mi%E2%80%99raj-dan-persiapan-madinah-sebagai-tempat-hijrah/

Menghayati Sejarah Nabi

Tahun Duka Cita (‘Amul Huzni) dan Peristiwa di Tha’if (Part V)
Orang-orang biadab tersebut terus mengejar Rasulullah SAW hingga mereka berdua sampai di sebuah kebun anggur milik Uqbah bin Rabi’ah. Ditempat ini barulah mereka berhenti dan membiarkan Rasulullah SAW berlindung. Betapa sedih dan kecewanya Rasulullah SAW hingga beliau akhirnya berdoa, mengadukan perasaan dan kegundahan hati beliau sebagai berikut ini :


“Ya Allah… Kepadamu aku mengadukan kelemahan kekuatanku, Dan sedikitnya kemampuanku, Serta kehinaanku dihadapan manusia. Wahai Sebaik-baik pemberi kasih sayang, Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau serahkan diriku, Kepada orang yang jauh yang menggangguku, Atau kepada musuh yang akan menguasai urusanku, Asalkan Engkau tidak marah padaku maka tiadalah keberatan bagiku, Akan tetapi kemurahan-Mu jauh lebih luas bagiku.”


“Aku berlindung dengan Cahaya Wajahmu yang akan menerangi seluruh kegelapan, Dan yang akan memberikan kebaikan segala urusan dunia dan akhirat, Untuk melepaskan aku dari marah-Mu, Atau menghilangkan murka-Mu dariku. Hanya pada-Mu aku merintih berharap mendapatkan Keridhaan-Mu, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu”
Begitu khusuknya beliau berdoa hingga tidak menyadari bahwa ternyata dua anak Rabi’ah memperhatikan apa yang dilakukan Rasulullah SAW. Tampak jelas bahwa Sang Khalik sangat tersentuh dengan doa khusuk hamba-Nya yang sedang berduka tersebut hingga Ia kemudian berkenan menggerakkan hati si pemilik kebun untuk menyuruh pelayannya yang bernama Addas, seorang pemeluk Nasrani yang taat, agar mengambilkan buah anggur untuk diberikan kepada Rasulullah SAW dan Zaid.
Rasulullah SAW pun mengulurkan tangannya seraya mengucapkan : “Bismillahirohmanirohim.” Mendengar itu Addas bertanya: “Demi Allah, kata-kata itu tidak pernah diucapkan oleh penduduk daerah ini.” Maka terjadilah percakapan antara Rasulullah SAW dengan Addas. Akhirnya Rasulullah SAW menerangkan bahwa beliau adalah utusan Allah SWT, sama dengan utusan-utusan yang dulu pernah dikirim-Nya. Seketika itu juga Addas berlutut di hadapan Rasulullah SAW, lalu mencium kepala, kedua tangan dan kedua kaki Rasulullah SAW hingga Rasulullah SAW terharu dibuatnya.

📝Sumber: https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/21/x-tahun-duka-cita-%E2%80%98amul-huzni-dan-peristiwa-di-tha%E2%80%99if/